Selasa, 16 November 2010

OUTLINE(Kerangka Karangan)

Diposting oleh sri wahyuni di 20.25 0 komentar

OUTLINE(Kerangka Karangan)


Pengertian Outline (Kerangka Karangan)

Kerangka Karangan (Outline) merupakan rencana penulisan yang memuat garis – garis besar dari suatu karangan yang akan digarap, dan merupakan rangkaian ide – ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur.

Manfaat Outline

a)      Untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
b)      Untuk menyusun karangan secara teratur.
Kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan dalam sekilas pandang, sehingga dapat dipastikan apakah susunan dan hubungan timbal-balik antara gagasan-gagasan itu sudah tepat, apakah gagasan-gagasan itu sudah disajikan dengan baik, harmonis dalam perimbangannya.
c)      Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda – beda.
Setiap tulisan dikembangkan menuju ke satu klimaks tertentu. Namun sebelum mencapai klimaks dari seluruh karangan itu, terdapat sejumlah bagian yang berbeda-beda kepentingannya terhadap klimaks utama tadi. Tiap bagian juga mempunyai klimaks tersendiri dalam bagiannya. Supaya pembaca dapat terpikat secara terus menerus menuju kepada klimaks utama, maka susunan bagian-bagian harus diatur pula  sekian macam sehingga tercapai klimaks yang berbeda-beda yang dapat memikat perhatian pembaca.
d)      Menghindari penggarapan topik dua kali atau lebih.
Ada kemungkinan suatu bagian perlu dibicarakan dua kali atau lebih, sesuai kebutuhan tiap bagian dari karangan itu. Namun penggarapan suatu topik sampai dua kali atau lebih tidak perlu, karena hal itu hanya akan membawa efek yang tidak menguntungkan; misalnya, bila penulis tidak sadar betul maka pendapatnya mengenai topik yang sama pada bagian terdahulu berbeda dengan yang diutarakan pada bagian kemudian, atau bahkan bertentangan satu sama lain. Hal yang demikian ini tidak dapat diterima. Di pihak lain menggarap suatu topik lebih dari satu kali hanya membuang waktu, tenaga, dan materi. Kalau memang tidak dapat dihindari maka penulis harus menetapkan pada bagian mana topik tadi akan diuraikan, sedangkan di bagian lain cukup dengan menunjuk kepada bagian tadi.
e)      Memudahkan penulis mencari materi pembantu.
Dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangan penulis akan dengan mudah mencari data-data atau fakta-fakta untuk memperjelas atau membuktikan pendapatnya. Atau data dan fakta yang telah dikumpulkan itu akan dipergunakan di bagian mana dalam karangannya itu.

Macam – Macam Pola susunan Outline
  1. Pola Alamiah
Pola Alamiah Susunan atau pola alamiah adalah suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Sebab itu susunan alamiah dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian utama, yaitu berdasarkan urutan ruang, urutan waktu, dan urutan topik yang ada.
  1. Pola Logis
pola logis yaitu tanggapan yang sesuai dengan jalan pikiran untuk menemukan landasan dalam suatu susunan atau urutan logis.
Pola Logis Pola logis berdasar urutan:
1) klimaks – anti klimaks
2) umum – khusus
3) sebab – akibat
4) proses
5) dan lain-lain.

Sistem Penomoran Sebuah Outline
Ada dua model / cara
            1. Sistem Campuran Huruf dan Angka
            2. Sistem Angka Arab (dengan digit) 
1. Sistem Campuran (huruf dan angka)
I . Angka Romawi Besar untuk  BAB
             A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab
                        1. Angka Arab besar
                                    a. Huruf Romawi Kecil
                                                i. Angka Romawi Kecil
                                                            (a) Huruf Romawi Kecil Berkurung
                                                                        (1) Angka Arab Berkurung

Contoh Penomoran Karangan dengan Sistem campuran :

I . Pendahuluan
II. Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia
            A. Bukti-Bukti dari Sensus 2000
            B. Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995
            C. Studi Kasus di Lampung
                        1. Pengukuran Fertilitas
                        2. Penyebab Perbedaan Fertilitas
                                    a. Retaknya Perkawinan
                                    b. Abstinensi Setelah Melahirkan
                                    c. Perbedaan Fekunditas
III. Kesimpulan
                                   
2. Sistem angka arab dengan digit
1.
            1.1
                        1.1.1
                                    1.1.1.1
2.                    
            2.1
                        2.1.1
                                    dst.
                                                           
Contoh Penomoran Karangan dengan Sistem angka arab :

1.  Pendahuluan
2.   Tingkat Ekonomi dan Fertilitas di Indonesia
            2.1.  Bukti-Bukti dari Sensus 2000
            2.2.  Bukti-Bukti dari Survei Fertilitas-Mortalitas 1995
            2.3.  Studi Kasus di Lampung
                        2.3.1. Pengukuran Fertilitas
                        2.3.2. Penyebab Perbedaan Fertilitas
                                    2.3. 2.1   Retaknya Perkawinan
                                    2.3.2. 2   Abstinensi Setelah Melahirkan
                                    2.3.2. 3    Perbedaan Fekunditas
3.  Kesimpulan 

Syarat Outline yang Baik :
1.      Pilihlah topik yang merupakan hal yang khas, kemudian tentukan tujuan yang akan dicapai dengan topik itu. Dari topik dan tujuan itu tersusun tema yang jelas.
2.      Dalam tiap unit hanya mengandung satu gagasan. Bila satu unit terdapat lebih dari satu gagasan, maka unit itu harus dirinci.
3.      Pokok – pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis, sehingga rangkaian ide atau pikiran itu tergambar dengan jelas.
4.      Harus menggunakan simbol yang konsisten. 

Sumber            :

Sabtu, 06 November 2010

TOPIK, TEMA, JUDUL

Diposting oleh sri wahyuni di 18.56 0 komentar

TOPIK, TEMA, JUDUL

A.     Topik
Topik berasal dari bahasa Yunani Topoi  yang berarti tempat, dalam tulis menulis berarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.
Secara umum topik merupakan suatu pokok pembicaran dalam diskusi , ceramah, karangan, dll;(Bahan diskusi), dan hal menarik perhatian umum waktu akhir – akhir ini;(Bahan pembicaraan).
Terdapat beberapa kriteria untuk sebuah topik yang dikatakan baik, diantaranya adalah topik tersebut harus mencangkup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu menjawab pertanyaan akan masalah apa yang hendak ditulis. Ciri utama Topik adalah cakupannya atas suatu permasalahan masih bersifat umum dan belum diuraikan secara lebih mendetail.
Syarat – Syarat Topik yang Baik
·        Bidang keahlian.
·        Bidang studi yang dialami.
·        Pengalaman penulis (Pengalaman kerja, Praktek dilapangan, penelitian, partisipasi dalam suatu kegiatan ilmiah).
·        Bidang kerja atau profesi.
·        Karakter penulis (baik, cerdas, inovatif, kreatif).
·        Temuan yang pernah diteliti.
·        Kualifikasi pengalaman (Nasional, internasional).
·        Kemampuan memenuhi tuntunan masyarakat pembacanya.
·        Kemampuan memenuhi target kebutuhan segmen pembacanya.
·        Temuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan pembacanya.

B.     Tema
Tema berasal dari bahasa yunani Thithenai, yang berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan. Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan. Dalam karang mengarang, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Tema ini yang akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari penulisan artikel itu.
Syarat - Syarat Tema yang Baik
1.      Tema Menarik Perhatian Penulis.
Maksudnya tema yang menarik perhatian penulis akan memungkinkan penulis berusaha terus - menerus mencari data untuk memecahkan masalah – masalah yang dihadapi, penulis akan didorong terus - menerus agar dapat menyelesaikan karya tulis itu sebaik – baiknya.
2.      Tema Dikenal atau Diketahui dengan baik.
Maksudnya bahwa sekurang – kurangnya prinsip – prinsip ilmiah diketahui oleh penulis. Berdasarkan prinsip ilmiah yang diketahuinya, penulis akan berusaha sekuat tenaga mencari data melalui penelitian, observasi, wawancara, dan sebagainya. Sehingga pengetahuannya mengenai masalah itu bertambah dalam. Dalam keadaan demikian, disertai pengetahuan teknis ilmiah dan teori ilmiah yang dikuasainya sebagai latar belakang masalah tadi, maka ia sanggup menguraikan tema itu sebaik – baiknya.
3.      Bahan – Bahannya dapat diperoleh.
Sebuah tema yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bila cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk dapat memperolehnya kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya.
4.      Tema dibatasi Ruang Lingkup.
Tema yang terlampau umum dan luas mungkin belum cukup kemampuannya untuk menggarapnya akan lebih bijaksana jika dibatasi ruang lingkupnya.

C.     Judul
Judul adalah perincian (penjabaran) dari topik atau nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain – lain. Identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersifat menjelaskan diri dan yang menarik perhatian dan adakalanya menentukan lokasi (wilayah). Judul hanya menyebutkan ciri – ciri yang utama atau yang terpenting dari karya itu, sehingga pembaca sudah dapat membayangkan apa yang akan diuraikan dalam karya itu. Ada judul yang mengungkapkan maksud pengarang, misalnya dalam sebuah laporan ekposisi, contohnya “Suatu penelitian tentang korelasi antara kejahatan anak – anak dan tempat kediaman yang tidak memadai”.
Syarat – Syarat Judul yang baik
1.      Harus Relevan
Yaitu harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.
2.      Harus Provokatif
Yaitu harus menarik dengan sedemikian rupa sehingga menimbulkan keingin tahuan dari tiap pembaca terhadap isi buku atau karangan.
3.      Harus Singkat
Yaitu tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangkaian kata yang singkat. Usahakan judul tidak boleh lebih dari 5 kata.
Judul Terbagi menjadi 2, yaitu :
1.      Judul langsung
Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubungannya dengan bagian utama nampak jelas.
2.      Judul tidak langsung
Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.

Sumber            :

http://yukfuk.wordpress.com/2010/04/22/topik-tema-judul/



 

Uny_Wahyuni Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review