Jumat, 30 Maret 2012

Profesi – Profesi Dalam Bidang Teknologi Informasi (TI)

Diposting oleh sri wahyuni di 02.07 0 komentar

Sebelum saya membahas profesi apa saja yang terdapat didalam bidang TI maka perlu kita ketahui apa itu profesi.

Profesi Merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi, untuk memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, dimana pemakaian dengan cara yang benar keterampilan dan keahlian yang tinggi hanya dapat dicapai dengan penguasaan pengetahuan, serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.

Profesi – Profesi Yang Terdapat Dalam Bidang TI

Profesi-profesi dalam bidang Ti ini termasuk bidang pekerjaan yang baru dan cukup popular saat ini. Permintaan akan profesi TI ini sudah sangat banyak baik dalam Perusahaan, Lembaga Pendidikan Formal maupun Non Formal, dan juga Wiraswasta. Memang profesi ini diperlukan penguasaan yang tinggi dan dibutuhkan pengetahuan yang selalu berkembang dikarenakan perkembangan teknologi yang berjalan sangat pesat. Adapun profesi – [rofesi tersebut yaitu :

  1. OPERATOR
Operator merupakan salah satu profesi dibidang TI yang menangani operasi sistem komputer, seperti : Menghidupkan dan mematikan mesin, Melakukan pemeliharaan sistem Komputer, Memasukkan data dan Tugas seorang operator biasanya bersifat regular dan baku.

  1. TEKNISI KOMPUTER
Teknisi komputer merupakan salah satu profesi dibidang TI yang menangani kemampuan yang spesifik, baik dalam bidang hardware maupun software, dan Mampu menangani problem-problem yang bersifat spesifik.

  1. TRAINER
Trainer merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas melatih keterampilan dalam bekerja dengan komputer.

  1. KONSULTAN
Konsultan merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas : Menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan TI, Memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi, Penguasaan masalah menjadi sangat penting.

  1. PENELITI
Peneliti merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas : Menemukan hal – hal baru di bidang TI, Teori, konsep, atau aplikasi.
  1.  PROJECT MANAGER
Project manager merupakan salah satu profesi dibidang TI yang mengelola proyek pengembangan software,  perencanaan, memberi arahan & melaksanakan aktivitas manajemen proyek untuk suatu divisi/ area, memonitor progress terhadap jadwal & anggaran proyek, bisa juga mengalokasikan atau membantu mengalokasi sumber daya sesuai dengan hasil proyek yang harus diselesaikan. Tugasnya yaitu  Meyakinkan agar pengembangan software dapat berjalan dengan lancer, Menghasilkan produk seperti yang diharapkan, dan Menggunakan dana dan sumber daya lain seperti yang telah dialokasikan.

  1. PROGRAMER / SOFTWARE ENGINEER
Programer / Software engineer merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas : Membuat program berdasarkan permintaan, Menguji dan memperbaiki program, Mengubah program agar sesuai dengan system, Penguasaan bahasa pemrograman sangat ditekankan, Terbiasa dengan pengembangan software ‘life cycles’, Memiliki ketrampilan dalam men-desain aplikasi, Menyiapkan program menurut spesifikasi, dan Dokumentasi /’coding’

  1. GRAPHIC DESIGNER/WEB DESIGNER
Graphic designer / web designer merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas: Membuat desain grafis, baik itu web maupun animasi, Perlu menguasai web design dan aplikasi berbasis web, dan Mengembangkan rancangan inovatif aplikasi web-based beserta isi dari aplikasi tersebut

  1. DATABASE ADMINISTRATOR
Database administrator merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas : Mengelola basis data pada suatu organisasi seperti ( Kebijakan tentang data, Ketersediaan dan integritas data, serta Standar kualitas data), Ruang lingkup meliputi seluruh organisasi/ perusahaan, Bertanggung jawab Untuk administrasi & pemeliharaan teknis yang menyangkut perusahaan dalam pembagian sistem database.

  1. SISTEM ANALYST AND DESIGNER
Sistem analyst and designer merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas : Melakukan analisis terhadap sebuah sistem dan mengidentifikasi kelebihan, kelemahan, dan problem yang ada, Membuat desain sistem berdasarkan analisis yang telah dibuat.
Adapun keahlian yang diperlukan dalam profesi ini yaitu : Memahami permasalahan secara cepat dan akurat, Berkomunikasi dengan pihak lain, dan Dapat merancang, membuat ‘code’ (program) serta menguji program untuk mendukung perencanaan pengembangan aplikasi system.

  1. IT EXECUTIVE
IT executive merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas : Memelihara kecukupan, standard & kesiapan systems/infrastructure untuk memastikan pengoperasiannya dapat efektif & efisien, dan Menerapkan prosedur IT & proses untuk memastikan data terproteksi secara maksimum.

  1. IT ADMINISTRATOR
IT administrator merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas : Menyediakan implementasi & administrasi yang meliputi Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN) dan koneksi dial-up, firewall, Proxy serta pendukung teknisnya.

  1. NETWORK ADMINISTRATOR
Network administrator merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas : Mengurusi & mengoperasi jaringan LAN maupun WAN, manajemen sistem serta dukungan terhadap perangkat kerasnya.

  1. SYSTEM ENGINEER
System engineer merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas : Menyediakan rancangan sistem & konsultasi terhadap pelanggan, Memberikan respon terhadap permintaan technical queries serta dukungannya, Termasuk melakukan pelatihan teknis ke pelanggan & IT administrator.

  1. NETWORK SUPPORT ENGINEER
Network support engineer merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas : Melaksanakan komunikasi & analisa sistem networking, Mendisain perencanaan untuk integrasi. Mendukung jaringan pada internet, intranet & extranet, dan Menganalisa & ikut ambil bagian dalam pengembangan standardisasi keamanan & implementasi mengendalikan untuk keamanan LAN & WAN.

  1. HELPDESK ANALYST
Helpdesk analyst merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas : Me-’remote’ permasalahan troubleshoot melalui email/telephone dengan cara mengambil alih kendali para pemakai via LAN/WAN koneksi, Perencanaan, mengkoordinir & mendukung proses bisnis, sistem & end-users dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.

  1. ERP CONSULTANT
Erp consultant merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas : Memberikan nasehat teknis ataupun fungsional pada implementasi solusi ERP, Harus mempunyai beberapa pengetahuan tertentu dalam rangka memetakan proses.

  1. ACCOUNT MANAGER
Account manager merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas : Bertanggung jawab untuk kemajuan penjualan suatu solusi dan/atau produk serta target pendapatan.

  1. BUSINESS DEVELOPMENT MANAGER
Business development manager merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas  Secara umum mengetahui kebutuhan akan pelanggan. Memiliki ketajaman yang diperlukan dalam menopang & menguntungkan bisnis, Mempunyai kemampuan luas yang mampu menyerap & berkomunikasi jelas ttg bisnis kompleks serta konsep teknologi.


  1. IT MANAGER
IT manager merupakan salah satu profesi dibidang TI yang bertugas : Mengatur kelancaran dari sistem IT, Troubleshooting & membantu organisasi dalam menangani permasalahan IT, dan Sesuai dengan pengembangan IT yang baru dalam bidang yang diperlukan.

Sumber           :



CYBERCRIME

Diposting oleh sri wahyuni di 01.40 0 komentar
Cybercrime (kejahatan didunia maya) adalah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Adapun yang termasuk ke dalam kejahatan cybercrime antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit/carding, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll.


Contoh Cybercrime (kejahatan dunia maya) di mana komputer sebagai alat adalah spamming dan kejahatan terhadap hak cipta dan kekayaan intelektual. Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai sasarannya adalah akses ilegal (mengelabui kontrol akses), malware dan serangan DoS. Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai tempatnya adalah penipuan identitas. Sedangkan contoh kejahatan tradisional dengan komputer sebagai alatnya adalah pornografi anak dan judi online. Beberapa situs-situs penipuan berkedok judi online seperti www.fastbet99.com dan salah satu grupnya www.agent1388bet.com termasuk dalam sebuah situs yang merupakan situs kejahatan di dunia maya yang berhasil dibongkar Aparat Subdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya (28/12/2011).


Cybercrime diklasifikasikan :

1. Cyberpiracy : Penggunaan teknologi computer untuk mencetak ulang software atau informasi, lalu mendistribusikan informasi atau software tersebut lewat teknologi komputer.

2. Cybertrespass : Penggunaan teknologi computer untuk meningkatkan akses pada system computer suatu organisasi atau individu.

3. Cybervandalism : Penggunaan teknologi computer untuk membuat program yang menganggu proses transmisi elektronik, dan menghancurkan data dikomputer.


Jenis - Jenis Cybercrime Berdasarkan Aktivitas

1. Unauthorized Access to Computer System and Service

Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Biasanya pelaku kejahatan (hacker) melakukannya dengan maksud sabotase ataupun pencurian informasi penting dan rahasia. Namun begitu, ada juga yang melakukan hanya karena merasa tertantang untuk mencoba keahliannya menembus suatu sistem yang memiliki tingkat proteksi tinggi.

2. Illegal Contents

Illegal contents merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Sebagai contohnya adalah pemuatan suatu berita bohong atau fitnah yang akan menghancurkan martabat atau harga diri pihak lain, hal-hal yang berhubungan dengan pornografi atau pemuatan suatu informasi yang merupakan rahasia negara, agitasi dan propaganda untuk melawan pemerintahan yang sah, dan sebagainya.

3. Data Forgery

Data forgery merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scriptless document melalui internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi “salah ketik” yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku.

4. Cyber Espionage

Cyber espionage merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data-data pentingnya tersimpan dalam suatu sistem yang computerized.

5. Cyber Sabotage and Extortion

Kejahatan ini dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet. Biasanya kejahatan ini dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus komputer ataupun suatu program tertentu, sehingga data, program komputer atau sistem jaringan komputer tidak dapat digunakan, tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau berjalan sebagaimana yang dikehendaki oleh pelaku.

6. Offense against Intellectual Property

Kejahatan ini ditujukan terhadap Hak atas Kekayaan Intelektual yang dimiliki pihak lain di internet. Sebagai contoh adalah peniruan tampilan pada web page suatu situs milik orang lain secara ilegal, penyiaran suatu informasi di internet yang ternyata merupakan rahasia dagang orang lain, dan sebagainya.

7. Infringements of Privacy

Kejahatan ini ditujukan terhadap informasi seseorang yang merupakan hal yang sangat pribadi dan rahasia. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril, seperti nomor kartu kredit, nomor PIN ATM, cacat atau penyakit tersembunyi dan sebagainya.

8. Cracking

Kejahatan dengan menggunakan teknologi computer yang dilakukan untuk merusak system keamaanan suatu system computer dan biasanya melakukan pencurian, tindakan anarkis begitu merekan mendapatkan akses. Biasanya kita sering salah menafsirkan antara seorang hacker dan cracker dimana hacker sendiri identetik dengan perbuatan negative, padahal hacker adalah orang yang senang memprogram dan percaya bahwa informasi adalah sesuatu hal yang sangat berharga dan ada yang bersifat dapat dipublikasikan dan rahasia.

9. Carding

Carding adalah kejahatan dengan menggunakan teknologi computer untuk melakukan transaksi dengan menggunakan card credit orang lain sehingga dapat merugikan orang tersebut baik materil maupun non materil.

10. Hacking

Hacking adalah kegiatan menerobos program komputer milik orang/pihak lain. Hacker adalah orang yang memiliki hobi komputer, memiliki keahlian membuat dan membaca program tertentu, dan terobsesi mengamati keamanan (security)-nya. Hacker memiliki karakteristik ganda; ada yang positif dan ada yang negatif. Hacker dalam karakter yang positif menginformasikan kepada programmer bahwa sistemnya diterobos, akan adanya kelemahan-kelemahan pada program yang dibuat, sehingga bisa bocor atau diketahui orang lain, agar segera diperbaiki. Sedangkan, hacker karakteristik negatif, menerobos program orang lain untuk merusak dan mencuri datanya.

11. Phising

Phising adalah kegiatan memancing/menjebak pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface. Phising biasanya diarahkan kepada pengguna online banking. Isian data pemakai dan password yang vital.

12. Spamming

Spamming adalah pengiriman berita atau iklan lewat surat elektronik (e-mail) yang tak dikehendaki. Spam sering disebut juga sebagai bulk email atau junk e-mail atau sampah. Meski demikian, banyak yang terkena dan menjadi korbannya. Yang paling banyak adalah pengiriman e-mail dapat hadiah, lotere, atau orang yang mengaku punya rekening di bank di Afrika atau Timur Tengah, minta bantuan netters untuk mencairkan, dengan janji bagi hasil. Kemudian korban diminta nomor rekeningnya, dan mengirim uang/dana sebagai pemancing, tentunya dalam mata uang dolar AS, dan belakangan tak ada kabarnya lagi. Seorang rektor universitas swasta di Indonesia pernah diberitakan tertipu hingga satu miliar rupiah karena spaming seperti ini.

13. Malware

Malware adalah program komputer yang mencari kelemahan dari suatu software. Umumnya malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating system. Malware terdiri dari berbagai macam, yaitu: virus, worm, trojan horse, adware, browser hijacker, dll. Di pasaran alat-alat komputer dan toko perangkat lunak (software) memang telah tersedia antispam dan antivirus, dan antimalware. Meski demikian, bagi yang tak waspadai selalu ada yang kena. Karena pembuat virus dan malware umumnya terus kreatif dan produktif dalam membuat program untuk mengerjai korban-korbannya.


Sumber :

http://andriksupriadi.wordpress.com/2010/03/01/jenis-jenis-cybercrime/

http://id.wikipedia.org/wiki/Kejahatan_dunia_maya

http://normansyah87.blogspot.com/2011/05/cybercrime.html

http://omyputera.blogspot.com/2011/11/ajenis-jenis-cyber-crime-berdasarkan.html

Jumat, 09 Maret 2012

ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI

Diposting oleh sri wahyuni di 06.45 1 komentar


A.   Apa yang dimaksud dengan Etika dan Profesionalisme TSI

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika juga merupakan ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Masalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yang mencakup privasi, akurasi, property, dan akses.
Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi, untuk memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, dimana pemakaian dengan cara yang benar keterampilan dan keahlian yang tinggi
hanya dapat dicapai dengan penguasaan pengetahuan, serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.
Profesionalisme merupakan pelaksanaan tugas dan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan yang rumit dari klien, yang mencakup pengambilan keputusan dengan kemungkinan akibat yang luas bagi masyarakat.
Jadi dapat disimpulkan etika dan profesionalisme tsi merupakan adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan) dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami manusia yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dengan kemungkinan akibat yang luas bagi masyarakat.

B.   Mengapa Menggunakan Etika dan Profesionalosme TSI
Karena dengan adanya etika dan profesionalisme TSI prinsipprinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan perbedaan adat, kebiasaan, kebudayaan, dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negara tidak sama.
Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah:
1. Standarstandar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya.
2. Standarstandar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilemadilema etika dalam pekerjaan.
3. Standarstandar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsifungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuankelakuan yang jahat dari anggotaanggota tertentu.
4. Standarstandar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moralmoral dari komunitas, dengan demikian standarstandar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya.
5. Standarstandar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi.
6. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang‐ undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya.

Tujuan penyusunan kode etik dan perilaku professional
1. Memberi pedoman bagi anggota asosiasi dalam aspek-aspek etika dan moral, terutama yang berada di luar jangkauan hukum, undang-undang dan peraturan-peraturan yang berlaku.
2. Memberi perlindungan bagi kelompok masyarakat terhadap berbagai macam perilaku yang merugikan, sebagai akibat adanya kegiatan di bidang profesi yang bersangkutan.

C.   Kapan Menggunakan Etika dan Profesionalisme TSI
Etika dan profesionalisme tsi digunakan ketika akan menggunakan teknologi system informasi. Sebagai seorang yang profesional, kita mempunyai tanggung jawab untuk mempromosikan etika penggunaan teknologi informasi di tempat kerja. Kita mempunyai tanggung jawab manajerial. Kita harus menerima tanggung jawab secara etis seiring dengan aktivitas pekerjaan. Hal itu termasuk melaksanakan peran kita dengan baik sebagai suatu sumber daya manusia yang penting di dalam sistem bisnis dalam organisasi. Sebagai seorang manajer atau pebisnis profesional, akan jadi tanggung jawab kita untuk membuat keputusan-keputusan tentang aktivitas bisnis dan penggunaan teknologi informasi, yang mungkin mempunyai suatu dimensi etis yang harus dipertimbangkan.
Banyaknya aplikasi dan peningkatan penggunaan TI telah menimbulkan berbagai isu etika, yang dapat dikategorikan dalam empat jenis:

1.Isu privasi: rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu/pelanggan dan menjualnya kepada pihak lain untuk tujuan komersial. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.

2.Isu akurasi: autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan?

3.Isu properti: kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.

4.Isu aksesibilitas: hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.

D.   Siapa yang Menggunakan Etika dan Profesionalisme TSI
Yang menggunakan etika dan profesionalisme tsi adalah setiap orang yang akan menggunakan baik itu digunakan sebagai kebutuhan dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari – hari. Seperti penggunaan internet untuk membuka email, chatting dll.

Sumber :
http://kamilfiki.blogspot.com/2011/04/etika-dan-profesionalisme-tsi.html
e_cahya.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19555/Etika+dan+Profesionalisme.pdf
 

Uny_Wahyuni Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review