Sabtu, 19 Maret 2011

TAHAPAN DALAM MENULIS METODE ILMIAH

Diposting oleh sri wahyuni di 23.57
Reaksi: 

Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Marilah lebih dahulu ditinjau langkah-langkah yang diambil oleh beberapa ahli dalam mereka melaksanakan penelitian.

Schluter (1926) memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian.
2. Mengadakan survei lapangan untuk merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan.
3. Membangun sebuah bibliografi.
4. Memformulasikan dan mendefinisikan masalah.
5. Membeda-bedakan dan membuat out-line dari unsur-unsur permasalahan.
6. Mengklasifikasikan unsur-unsur dalam masalah menurut hubungannya dengan data atau bukti, baik langsung ataupun tidak langsung.
7. Menentukan data atau bukti mana yang dikehendaki sesuai dengan pokok-pokok dasar dalam masalah.
8. Menentukan apakah data atau bukti yang diperuntukan tersedia atau tidak.
9. Menguji untuk diketahui apakah masalah dapat dipecahkan atau tidak.
10. Mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan.
11. Mengatur data secara sistematis untuk dianalisa.
12. Menganalisa data dan bukti yang diperoleh untuk membuat interpretasi.
13. Mengatur data untuk persentase dan penampilan.
14. Menggunakan citasi, referensi dan footnote (catatan kaki).
15. Menulis laporan penelitian.

Adapun tahapan – tahapan dalam menulis metode ilmiah / karya ilmiah yaitu :
  1. Tahap Persiapan.
1.      Pemilihan masalah / topik, mempertimbangkan:
a.       Harus berada disekitar kita.
b.      Harus topik yang paling menarik perhatian.
c.       Terpusat pada segi lingkup yang sempit dan terbatas.
d.      Memiliki data dan fakta yang obyektif.
e.       Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya, meskipun serba sedikit.
f.       Harus memiliki sumber acuan / bahan kepustakaan yang dijadikan referensi.
g.      Berikan alasan terhadap pemilihan tersebut.
h.      Nyatakan perlunya diselidiki masalah menurut kepentingan umum.

2.      Pembatasan topik/penentuan judul
a.       Pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah.
b.      Penentuan judul dapat dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah / setelah penulisan karya ilmiah selesai.
c.       Penentuan judul karya ilmiah : pertanyaan yang mengandung unsur 4W+1H yaitu What (apa), Why (mengapa), When (kapan), Where (dimana) dan How (bagaimana).

3.      Pembuatan kerangka karangan (outline).
a.       Membimbing penyusun karya ilmiah.
b.      Pedoman penulisan karya ilmiah sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam penganalisisannya.
c.       Pembuatan rencana daftar isi karya ilmiah.

  1. Tahap Pengumpulan data.
1.      Pencarian keterangan dari bahan bacaan / referensi.
2.      Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah.
3.      Pengamatan langsung (observasi) ke obyek yang akan diteliti.
4.      Percobaan di laboratorium / pengujian di lapangan.

  1. Pemecahan masalah.
Dalam memecahkan masalah harus diikuti hal-hal berikut: a).
1.      Analisa harus logis. Aturlah bukti dalam bnntuk yang sistematis dan logis. Demikian juga halnya unsur-unsur yang dapat memecahkan masalah.
2.      Proscdur penelitian yang digunakan harus dinyatakan secara singkat.
3.      Urutkan data, fakta dan keterangan-keterangan khas yang diperlukan.
4.      Harus dinyatakan bagaimana set dari data diperoleh termasuk referensi yang digunakan.
5.      Tunjukkan cara data dilola sampai mempunyai arti dalam memecahkan masalah.
6.      Urutkan asumsi-asumsi yang digunakan serta luibungannya dalam berbagai fase penelitian.

  1. Tahap Pengorganisasian & pengonsepan.
1.      Pengelompokan bahan, untuk memgorganisasikan bagian mana yang didahulukan dan mana yang termasuk bagian terakhir. Data yang sudah terkumpul diseleksi dan dikelompokan sesuai jenis , sifat atau bentuk.
2.      Pengonsepan karya ilmiah dilakukan sesuai dengan urutan dalam kerangka karangan yang telah ditetapkan.

  1. Pemeriksaan / Penyuntingan konsep (editing).
Bertujuan untuk :
1.      Melengkapi yang kurang.
2.      Membuang yang kurang relevan.
3.       Menghindari penyajian yang berulang-ulang atau tumpang tindih (overlapping).
4.      Menghindari pemakaian bahasa yang kurang efektif, misalnya dalam penulisan dan pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan paragraf, maupun penerapan kaidah ejaan.

  1. Penyajian.
Teknik penyajian karya ilmiah harus memperhatikan:
1.       Segi kerapian dan kebersihan.
2.      Tata letak (layout) unsur-unsur dalam format karya ilmiah, misalnya halaman muka (cover), halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka dan lain-lain.
3.      Standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, misalnya standar penulisan kutipan, catatan kaki (foot note), daftar pustaka & penggunaan bahasa indonesia sesuai EYD.
4.      Bagian inti karya ilmiah.
a.       Bagian Pendahuluan.
b.      Latar belakang dan masalah.
c.       Tujuan pembahasan.
d.      Ruang lingkup / pembatasan masalah.
e.       Asumsi, hipotesis dan kerangka teori.
f.       Sumber data.
g.      Metode & teknik.
h.      Bagian analisis atau pembahasan.

  1.  Kesimpulan
1.       Berikan kesimpulan dari hipotesa. nyatakan dua atau tiga kesimpulan yang mungkin diperoleh .
2.      Berikan implikasi dari kesimpulan.
3.      Jelaskan bebernpa implikasi dari produk hipotesa dengan memberikan beberapa inferensi.

  1. Berikan studi-studi sebelumnya yang pernah dikerjakan yang berhubungan dengan masalah.
Nyalakan kerja-kerja sebelumnya secara singkat dan berikan referensi bibliografi yang mungkin ada manfaatnya sebagai model dalam memecahkan masalah. Dari pedoman beberapa ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian dengan menggunakan metode ilmiah sekurang-kurangnya dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
1.      Merumuskan serta mendefinisikan masalah.
2.      Mengadakan studi kepustakaan.
3.      Memformulasikan hipotesa.
4.      Menentukan model untuk menguji hipotesa.
5.      Mengumpulkan data.
6.      Menyusun, Menganalisa, and Menyusun interfensi.
7.      Membuat generalisasi dan kesimpulan.
8.      Membuat laporan ilmiah.

  1. Keterampilan yang diperlukan dalam menulis ilmiah
1.      Keterampilan bahasa (ejaan, pilihan dan bentikan kata, kalimat, paragraf)
2.      Keterampilan penyajian (sistematika penyajian judul, subjudul, sub-subjudul)
3.      Keterampilan perwajahan (format, ukuran kertas, jenis kertas, tipe huruf, penjilidan, bibliografi, apendiks, lampiran).

  1. Hal penting dalam penulisan ilmiah:
1.      Gaya penulisan dalam membuat pernyataan ilmiah harus jelas dan tepat dalam penyampaian pesan yang bersifat reproduktif dan impersonal.
2.      Teknik notasi dalam menyebutkan sumber dari pengetahuan ilmiah yang dipergunakan dalam penulisan
3.      Penulisan ilmiah harus menggunakan bahasa yang baik dan benar.
4.      Karena bersifat reproduktif, penerima pesan harus mendapat kopi yang sama dengan si pemberi pesan.
5.      Karena bersifat impersonal, tulisan ilmiah tidak boleh menggunakan pernyataan yang menggunakan kata ganti penulisnya.
6.      Dalam tulisan ilmiah, sering digunakan kalimat pasif.
7.      Pembahasan secara ilmiah mengharuskan kita berpaling kepada pengetahuan-pengetahuan ilmiah sebagai premis argumentasi (sumber kutipan).
8.      Teknik notasi ilmiah dapat menggunakan catatan kaki, tapi lebih disarankan menggunakan teknik kutipan dan umber rujukan.

Sumber           :








0 komentar:

Posting Komentar

 

Uny_Wahyuni Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review