Rabu, 09 November 2011

Perbedaan Perancangan Terstruktur Dengan Perancangan Objek

Diposting oleh sri wahyuni di 06.00
Reaksi: 
A. Perancangan Terstruktur

Pengertian :
Aktivitas mentransformasikan suatu hasil analisis ke dalam suatu perencanaan untuk dapat diimplementasikan ( diotomasikan). Metode terstruktur seperti analisis sistem terstruktur ( DeMarco, 1978) dan analisis berorientasi objek ( Rambaugh, 1991: Booch,1994) menyediakan kerangka kerja untuk pemodelan sistem yang rinci sebagai bagian dari elisitasi dan analisis persyaratan. Metode-metode ini biasanya mendefinisikan proses yang dapat digunakan untuk menurunkan model ini, beserta serangkaian aturandan panduan yang berlaku untuknnya. Dokumentasi standart dibuat untuk sistem. CASE tool biasanya tersedia untuk mendukung metode. Alat Bantu ini mencakup editor model, dokumentasi sistem terotomasi dan menyediakan pemeriksaan model.

Elemen Perancangan Terstruktur

a. Modul
Modul merupakan sebuah instruksi atau sekumpulan instruksi program yang terdiri dari : input(masukan), output(keluaran), fungsi,mekanisme,dan data internal
Contoh :
Foxpro, Pascal : Procedure, function
COBOL : Program, section,paragraph
FORTRAN : subroutine

b. Bagan terstruktur(Structured Chart)
Menggambarkan partisi sistem ke dalam : modul-modul, organisasi, dan komunikasi.
Keuntungan :
Menggunakan gambar
Dapat dipartisi
Fleksibel
Input sangat berguna pada implementasi
Membantu pemeliharaan (maintenance) dan modifikasi

c. Strategi Perancangan
- Mentransformasikan hasil analisis (DFD) menjadi Bagan Terstruktur, untuk diimplementasi.
- DFD memperlihatkan aliran data dan informasi dari sistem
- Jika dalam suatu DFD aliran datanya ditentukan oleh suatu data item, misalnya ‘T’ yang mempunyai nilai/ karakteristik tertentu, kemudian nilai ini akan mempengaruhi / menentukan arah aliran data (men-trigger arah), maka titik proses dimana terjadi percabangan arah aliran data tsb disebut titik pusat transaksi.

d. Optimasi dari perancangan(Design Heuristic)


Kelebihan

- Milestone diperlihatkan dengan jelas yang memudahkan dalam manajemen proyek
- SSAD merupakan pendekatan visual, ini membuat metode ini mudah dimengerti oleh pengguna atau programmer.
- Penggunaan analisis grafis dan tool seperti DFD menjadikan SSAD menjadikan bagus untuk digunakan.
- SSAD merupakan metode yang diketahui secara umum pada berbagai industry.
- SSAD sudah diterapkan begitu lama sehingga metode ini sudah matang dan layak untuk digunakan.
- SSAD memungkinkan untuk melakukan validasi antara berbagai kebutuhan
- SSAD relatif simpel dan mudah dimengerti.

Kelemahan

- SSAD berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional.
- Sedikit sekali manajemen langsung terkait dengan SSAD
- Prinsip dasar SSAD merupakan pengembangan non-iterative (waterfall), akan tetapi kebutuhan akan berubah pada setiap proses.
- Interaksi antara analisis atau pengguna tidak komprehensif, karena sistem telah didefinisikan dari awal, sehingga tidak adaptif terhadap perubahan (kebutuhan-kebutuhan baru).
- Selain dengan menggunakan desain logic dan DFD, tidak cukup tool yang digunakan untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sliit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi.
- Pada SAAD sliit sekali untuk memutuskan ketika ingin menghentikan dekomposisi dan mliai membuat sistem.
- SSAD tidak selalu memenuhi kebutuhan pengguna.
- SSAD tidak dapat memenuhi kebutuhan terkait bahasa pemrograman berorientasi obyek, karena metode ini memang didesain untuk mendukung bahasa pemrograman terstruktur, tidak berorientasi pada obyek (Jadalowen, 2002).

Contoh tipe-tipe model sistem yang bisa dibuat adalah:

- Model pemrosesan data, Diagram aliran data yang menunjukkan bagaimana data diproses pada tahap-tahap yang berbeda dari sistem
- Model komposisi. Diagram relasi entitas menunjukkan bagaimana entitas terbentuk dari entitas yang lain
- Model arsitektural. Menunjukkan subsistem utama yang emmbentuk sistem.
- Model klasifikasi. Diagram kelas/inheritansi objek menunjukkan bagaimana entitas memiliki karakteristik yang sama.
- Model Stimulus respon. Diagram transisi status menunjukkan bagaimana sistem bereaksi terhadap event internal dan eksternal.

B. Perancangan Objek

Pendekatan berorientasi Objek ke seluruh pengembangan perangkat lunak sekarang ini umum digunakan, terutama untuk pengembangan sistem interkatif. Ini berarti bahwa persyaratan sistem dilakukan dengan memakai model objek, perancangan sistem dialkukan dengan menggunakan objek, dan pengembangan sistem dilakukan dalam bahasa pemrograman berorientasi objek seperti Java atau C++.
Perancangan Berorientasi Objek merupakan perbaikan dari Perancangan structural (atau disebut juga fungsional). OO memberikan sebuah metode untuk membangun perangkat lunak yang lebih handal (robust) dengan semakin besar dan kompleksnya sistem.
Pendekatan berorientasi objek merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya.

Konsep

1. Modularitas
Sistem berorientasi objek terdiri dari modul – modul. Modularitas adalah sebuah konsep yang menekankan penggabungan data – data dan fungsi – fungsi yang berhubungan ke dalam sebuah kesatuan (modul) yang sama.

Ada 2 hal yang yang perlu diketahui tentang modul :
- Untuk setiap modul yang ada, mungkin terdapat beberapa variabel. Setiap variabel memiliki nilai tersendiri.
- Sebuah modul berkomunikasi dengan modul lain dengan cara saling memanggil fungsi yang ada.

2. Enkapsulasi
Enkapsulasi adalah sebuah konsep yang menekankan bahwa hanya setiap variabel yang memiliki data itu sendirilah yang dapat melakukan perubahan (modifikasi) terhadap data tersebut ataupun membaca data tersebut. Konsep ini memberikan struktur yang handal (robust) tetapi menyebabkan perubahan lebih mudah bisa dilakukan terhadap sistem.

3. Terminologi
Setiap modul pada sistem berorientasi objek disebut juga sebagai objek. Pada dunia nyata, objek memiliki 2 karakteristik, yaitu : data dan kelakuan. Data untuk setiap objek secara umum disebut atribut dari objek. Kelakuan yang berbeda dari setiap objek disebut juga metode dari objek. Metode adalah analogi langsung dari fungsi atau prosedur pada bahasa pemograman. Kelas adalah template dari sebuah objek. Sebuah kelas mendeskripsikan atribut dan metode yang akan ada untuk semua variabel dari kelas.

Berbagai model analissi berorientasi objek diusulkan oleh BOOCH, Coad dan Yordan. Metode-metode ini banyak kesamaan. Kemudian tiga pengembang (Booch, Rambaugh dan Jacobson) mengintegrasikan pendekatan mereka untuk menghasilkan metode yang terunifikasi. Unifield Modelling Language (UML) yang dipakai pada metode terunifikasi ini menjadi standart yang efektif untuk pemodelan objek. UML mencakup notasi untuk berbagai tipe model sistem.

Kelebihan

- Dibandingkan dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan sistem
- Dibandingkan dengan SSAD, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan,dan penggunaan kembali (reuse) kode program lebih tinggi dibandingkan dengan metode OOAD (Sommerville, 2000).
- Tidak ada pemisahan antara fase desain dan analisis, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan sistem.
- Analis dan programmer tidak dibatasi dengan batasan implementasi sistem, jadi desain dapat diformliasikan yang dapat dikonfirmasi dengan berbagai lingkungan eksekusi.
- Relasi obyek dengan entitas (thing) umumnya dapat di mapping dengan baik seperti kondisi pada dunia nyata dan keterkaitan dalam sistem. Hal ini memudahkan dalam mehami desain (Sommerville, 2000).
- Memungkinkan adanya perubahan dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap kebernaran software yang membantu untuk mengurangi resiko pada pembangunan sistem yang kompleks (Booch, 2007).
- Encapsliation data dan method, memungkinkan penggunaan kembali pada proyek lain, hal ini akan memperingan proses desain, pemrograman dan reduksi harga.
- OOAD memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan memudahkan memahami desain dan mengurangi resiko pelaksanaan proyek.
- Dekomposisi obyek, memungkinkan seorang analis untuk memcah masalah menjadi pecahan-pecahan masalah dan bagian-bagian yang dimanage secara terpisah. Kode program dapat dikerjakan bersama-sama. Metode ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat, sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif. Sistem yang dihasilkan sangat fleksibel dan mudah dalam memelihara.

Kekurangan

- Pada awal desain OOAD, sistem mungkin akan sangat simple.
- Pada OOAD lebih fockus pada coding dibandingkan dengan SSAD.
- Pada OOAD tidak menekankan pada kinerja team seperti pada SSAD.
- Pada OOAD tidak mudah untuk mendefinisikan class dan obyek yang dibutuhkan sistem.
- Sering kali pemrogramam berorientasi obyek digunakan untuk melakukan anlisisis terhadap fungsional siste, sementara metode OOAD tidak berbasis pada fungsional sistem.

Sumber :

- http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengertian%20perancangan%20terstruktur%20pada%20analisa%20sistem&source=web&cd=3&sqi=2&ved=0CCUQFjAC&url=http%3A%2F%2Frepository.binus.ac.id%2Fcontent%2FM0414%2FM041457767.ppt&ei=GXe6Tr-eHMHOrQfo08ClBg&usg=AFQjCNH4XXuzqgrzjT0tdGqrqivose7D8A&cad=rja
- http://supriliwa.wordpress.com/2010/05/07/perbandingan-metode-terstruktrur-dan-obyek-oriented-pada-pengambangan-sistem-informasi/
- http://yosuaalvin.students-blog.undip.ac.id/apbo/
- http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=metode%20terstruktur&source=web&cd=8&ved=0CFEQFjAH&url=http%3A%2F%2F202.91.15.14%2Fupload%2Ffiles%2F7737_BAb_8_Model_sistem.doc&ei=YX-6Tvf9E5GsrAft4s2mBg&usg=AFQjCNGNHLtCa93LJn2Px-BHGYUfNHIMhQ&cad=rja
http://mrdaniels.wordpress.com/2009/01/31/pendekatan-berorientasi-objek/

0 komentar:

Posting Komentar

 

Uny_Wahyuni Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review